Krusor Mouse

Blinking Cute Box Cat

Selasa, 02 Februari 2016

1 Bulan, 30 Hari, 720 Jam






         Seorang gadis tomboy, kucel, cuek dan arogan, gadis ini masih duduk dibangku kelas 2 SMA. Sudah 10 kali dalam 1 semester dia pindah-pindah sekolah. Entah karena bolos, males atau bandel yang jelas selama 10 kali pindah sekolah itu dia cuma bertahan paling lama 1 bulan di tiap sekolahnya dan pada akhirnya wali kelasnya pun tak tahan lagi akan sikapnya itu lalu kepala sekolah itu pun mengeluarkannya. Diandra nama gadis itu, dia lahir dari keluarga yang awalnya harmonis dan penuh kasih sayang. Tapi sekarang semuanya sudah berubah semua sudah tidak kaya dulu lagi semua hancur. Papa dan mamanya bercerai saat Diandra duduk dibangku kelas 1 SMA, papanya sudah menikah lagi dengan wanita lain dan sekarang Diandra tinggal bersama mamanya. Maka dari itu semenjak kelas 2 SMA dia merubah semua penampilannya menjadi gadis tomboy, kucel, cuek  dan arogan.

        Hari ini adalah hari pertamanya masuk ke sekolah barunya lagi dan lagi dengan penampilan seenaknya (baju dikeluarin, rok diatas dengkul, memakai tindikan hidung, gelang, kalung dan haedphone di telinganya) di SMA 3000 Diandra sekolah. “paling disekolah ini gue cuma bertahan 3 minggu, sama kaya sekolah gue sebelumnya” kata Diandra. Sambil menuju ruang kelas banyak anak-anak yang aneh melihat penampilannya yang arogan itu. “kamu anak baru yang 10 kali pindah sekolah itu ya?” wali kelasnya pak Eman. “iya pak” Diandra menjawab. “baru hari pertama masuk sekolah kamu sudah melanggar peraturan, sekarang kamu ganti baju kamu dan lepas semua atribut gak jelas yang kamu pakai itu! SEKARANG!!” pak eman dengan nada marah. “baik pak” Diandra pergi sambil membawa seragam itu sambil berkomat-kamit.

        Sehabis Diandra ganti baju dan masih ngeyel atributnya belum di lepas. Dia pun menuju kekelasnya tapi di tengah perjalanan dia mendengar alunan denting piano berasal dari ruang musik. Diandra penasaran siapa yang memainkan piano itu lalu dia pun mencoba untuk membuka pintu ruang musik itu dan mengintip secara perlahan-lahan. Ternyata itu adalah Ken anak yang pindai di SMA 3000 dan jago main piano. Ken sosok yang baik, rapih, sopan, pinter dan agak sedikit pendiam beda sekali dengan sosok Diandra yang tomboy, kucel, cuek, arogan dan bandel ini. Ken pun akhirnya menghentikan pianonya dan melihat Diandra, lalu Ken melangkah menuju Diandra. “sedang apa kamu disini?” kata Ken. “dih apaan sih terserah gue dong” kata Diandra yang jawabnya sinis. “oh aku tau sekarang kamu lagi ngeliatin aku kan main piano tadi ya? Atau kamu naksir sama aku?” Ken mencoba untuk mencairkan suasana. “apaan lo kenal juga enggak” Diandra menjawab. “nama aku Ken, sepertinya kamu anak baru ya? Ken mencoba bertanya. “gue Diandra, iya anak baru” Diandra menjawabnya. “okee mulai hari ini kita temen, mau dianterin ke kelas atau mau dianter liat-liat sekolah ini?” Ken mencoba untuk membantunya. “gak gue gak mau temenan sama lo, gak usah” Diandra perlahan-lahan pergi. Ken pun mengejarnya dan mencoba mengajak ngobrol Diandra.

        Suatu ketika sehabis jam istirahat. Diandra mencoba untuk kabur dari sekolah melewati pagar dibelakang halaman sekolah. Sebelumnya Diandra pun ketauan nyontek disaat ulangan Matematika tadi. Tiba-tiba Ken datang dan melihatnya, Ken pun langsung melaporkannya pada pak Eman yang juga wali kelasnya Diandra. Diandra pun di bawa ke ruang guru dan dihukum membersihkan toilet dan mengecat tembok belakang sekolah, pak Eman menyuruh Ken yang mengawasinya sampai hukumannya selesai. “makanya kalo sekolah tuh jangan bolos jadi kena hukuman gini kan” Ken mencoba untuk menasihati. “daripada lo ngoceh terus mending lo bantuin gue sini” Diandra mulai lelah mendengar ocehan Ken. “males ah lagi yang dihukum kan kamu” ken menolaknya. Hp nya Diandra bunyi dan dia pun langsung kabur meningkalkan hukumannya itu. Lalu Ken pun mengejarnya.

        Keesokan harinya pak Eman menyuruh Diandra dan Ken menghadapnya ke ruang guru. “Diandra kamu itu baru sehari sekolah disini  sudah banyak pelanggaran yang kamu langgar disini, kamu itu mau jadi apa? Saya tuh bingung sama kamu” pak Eman menegurnya. “kalo bapak bingung sama saya keluarin aja saya dari sekolah ini pak, gampang kan” Diandra. “enggak bapak gak mau mengeluarkan kamu dari sekolah ini tapi bapak mau merubah kamu sampai kemu berubah menjadi anak yang baik, ini sudah bapak buatkan jadwal kamu selama kamu menjadi murid saya dan mulai nanti sehabis pulang sekolah kamu les matematika dengan Ken. Ken kamu bersedia?” kata pak Eman. “oke siap pak” kata Ken. “peraturan macam apa ini pak” Diandra berusaha mengelaknya. Pantas saja pak Eman menyuruh Ken yang mengajari Diandra karena Ken selalu juara kelas di SMA 3000, Ken pula lah yang selalu sabar menghadapi Diandra.

        Akhirnya setelah pertemuan ke 5 les tersebut Diandra pun ulangan Matematika dan hasil ulangan tersebut lumayan bagus 6,5 itu nilai yang Diandra dapatkan. Dari situlah Diandra mulai giat belajar dan merubah penampilannya sedikit demi sedikit seperti gadis remaja umumnya. Di jam istirahat nanti dia ingin sekali memberi tau Ken hasil ulangannya. Jam istirahat pun tiba dia mencoba mencari Ken dikantin, kelas, ruang piano ternyata Ken tidak ada juga. Sampai akhirnya Diandra tanya dengan teman sekelasnya katanya Ken gak masuk karena sedang dirawat di Rumah Sakit. Disini lah Diandra mulai sadar teman yang dia punya saat ini adalah Ken dan hanya cuma Ken lah yang mau berteman dengannya, Diandra sangat kesepian karena tidak ada Ken yang menemaninya disaat jam istirahat. Sepulangnya sekolah dia berencana untuk menjenguk Ken. Setibanya di Rumah Sakit Diandra pun bertemu dengan papah dan mamahnya ken. Dia pun langsung bertanya sebenernya Ken itu sakit apa dan disitu lah mama nya menjelaskan kepada Diandra bahwa Ken sakit jantung sejak usianya 6 bulan, papa dan mamanya pun bersyukur Ken dapat bertahan hidup diluar perkiraan dokter sampai sekarang ini. Usia Ken sekarang berumur 17 tahun padahal sebenarnya sakit jantung menurut perkiraan dokter hanya dapat bertahan selama 15 tahun. Terus tante tapi kenapa Ken terlihat biasa saja tidak kelihatan seperti orang sakit selama ini? Iya penyakit jantung itu datangnya secara tiba-tiba jadi gak kaya sakit pilek yang gejalanya kelihatan. Begitulah mamanya Ken menjelaskan kepada Diandra. Diandra pun sampai meneteskan air mata mendengarkan cerita mamanya tadi tapi dia harus kuat dia harus bisa nyemangati Ken agar dapat sembuh walaupun kemungkinannya hanya 5%.

        Diandra pun menghapus air matanya dan masuk ke ruangan. “loh Diandra kok kamu ada disini?” tanya Ken. “ada lah kan gue temen lo, ah lo Ken gini doang sakit payah. Di sekolah tadi gak ada lo tuh sepi pak Eman juga nanyain lo tadi” kata Diandra. “temen? Aku ini guru kamu hehehe... bercanda” Ken yang masih saja tersenyum. “iya deh pak guru, nih nilai ulangan gue. Oiya lo udh makan belum Ken? Mau gue suapin?”Diandra berkata. “Cuma 6,5 nih kalo kamu dapet 100 di ulangan kedua nanti aku janji bakalan tlaktir kamu makan sepuasnya” Ken mencoba menyemangati. “serius Ken? Oke gue bakalan giat belajar lagi nanti, makanya lo cepet sembuh biar bisa ngajarin gue lagi Ken”kata Diandra. “iya-iya ini gue udah sehat kok”Ken sambil memukuli tangannya.

        Seminggu kemudian setelah Diandra benar-benar merubah semua penampilannya. Pagi harinya dia berencana mengajak Ken ke suatu tempat tertinggi di Jakarta. Dia pun selanjutnya meminta izin kepada mama dan papanya Ken, awalnya mamanya tidak setuju takun Ken kenapa-napa dijalan tetapi mama dan papanya sudah ikhlas kalau nanti tiba-tiba Ken pergi. Diandra pun mengajak Ken jalan-jalan, Ken penuh semangat dengan tawaran Diandra yang mengajaknya jalan-jalan. Dengan penuh semangat mereka pun berangkat.

        Setibanya disana ternyata Diandra mengajak Ken keatas rootrof. Diandra pun minta agar Ken mengeluarkan semua bebannya disini dengan cara berteriak dan merasakan hembusan angin yang masuk melalui pori-pori kulit ini. Ken pun langsung teriak aaaaaaaaaa.... aaaaaaaaaa.... aaaaaaaaaaa.... Diandra pun ikut berteriak aaaaaaaaaa.... aaaaaaaaaa.... aaaaaaaaaaa.... ketika semua merasa lebih lega. Diandra makasih ya kamu udah bawa aku ketempat ini, makasih juga selama 1 bulan belakangan ini kamu udah mau jadi temen aku bahkan udah aku anggap sebagai sahabat aku sendiri karena selama ini memang banyak anak-anak yang takut temenan sama orang penyakitan kaya aku, itu sebabnya aku dari awal gak cerita-cerita bahwa aku sebenarnya punya penyakit Jantung aku gak mau kamu temenan sama aku karena kasihan aku mau punya teman seperti anak-anak kebanyakan dan teman itu adalah kamu dan aku senang sekali dapat menepati janjiku pada pak Eman untuk merubah kamu menjadi anak yang baik bukan yang arogan seperti dulu lagi, nyatanya berhasil. Tiba-tiba mukanya Ken pun pucat dan hidungnya pun mimisan. Diandra mencoba membawanya kerumah sakit. Ditengah perjalanan Diandra mencoba untuk menguatkan Ken, Ken kamu jangan pergi jangan pergi Kennnn. Diandra aku harap setelah kepergianku nanti kamu tetap seperti Diandra yang aku lihat sekarang ya menjadi Diandra yang rapih, rajin dan baik. Sekali lagi makasih Diandra sudah menjadi sahabatku selama 1 bulan penuh ini makasih makasih. Kenn Kenn lo masih sadar kan? Kenn Kennnnnnn Inalillahi wa’inalillahi rojiun.

Ken pun pergi dan banyak sekali pelajaran yang dapat Diandra ambil. Selama 1 bulan ini dia mengenal sosok Ken, sosok teman sekaligus sahabat yang sudah lama tidak dia rasakan semenjak papa dan mamanya bercerai, Ken pula lah yang bisa merubahnya menjadi gadis seperti dahulu lagi sebelum papa dan mamanya bercerai, Ken juga lah yang dapat membuatnya tersenyum lepas.


Mulai dari sini lah perjalanan Diandra berubah menjadi lebih baik lagi, terima kasih Ken terima kasih atas waktu mu 1 bulan, 30 hari, 720 jam ini.

Cerita ini terinspirasi dari novel 3600 detik dan gue coba untuk nyeritain ulang dengan  gaya bahasa dan tulisan gue sendiri, selamat membaca :)

14 komentar:

  1. iaaan, kok cerita ini kaya gue pernah baca yaaa?tp gue lupa novel apaaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa dari novel 3600 detik fa hehehe...

      Hapus
    2. kayanya gua pernah denger tuh novel. tp gabaca wkwkw

      Hapus
  2. budian itu yg paragraf terakhir "720 jam ini J" maksudnya apa?._.

    BalasHapus
    Balasan
    1. typo mungkin itu rum hakhakhak

      Hapus
    2. Kalo copy langsung dari Ms. Word, itu J sebenernya emot senyum atau sedih. Kalo nggak salah. :D

      Hapus
    3. Nah iyaa yog, gue kan kalo nulis di Ms. Word dulu hehehe..

      Hapus
  3. DI novel 3600 detik itu ada karakter yang kayak Diandra kah? Pengin ketemu orang kayak gitu. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada, sama percis ceritanya sama ini cuman cerita ini aku ceritain ulang pake bahasa sendiri setelah baca novelnya.
      Aku malah pngen ketemu sama tokoh leon wkwkwk

      Hapus
  4. Ken cepet amat perginya. :(
    Tapi sebelum meninggal dia jadi orang bermanfaat. Mantap!

    Oh, pantes kayak inget-inget gimana gitu ama ceritanya. Asyik juga ya ceritain pake gaya dan bahasa sendiri. Kapan-kapan gue mau cobain, ah. :D

    Btw, kalo boleh saran nih, pas dialog dibuat jadi baris baru, Yan. Jadi lebih enak bacanya. Ehehe. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa kasian ya Ken baik gitu cepet banget perginya huhuhu..

      Oh gitu yaa, iyaa deh nanti diperbaikin lagi cara nulisnya. Btw makasih ya yog udah dikasih saran hehehe...

      Hapus